Main Article Content

Abstract

Penyaki diare merupakan penyakit endemis di Indonesia dan juga merupakan penyaki potensial Kejadian Luar Biasa yang sering disertai dengan kematian. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan faktor lingkungan dengan kejadian diare pada Balita di wilaya kerja Puskesmas Sendana 1  Kecamatan Sendana Kabupaten Majene tahun 2019.Jenis penelitian yang digunakan survei analitik dengan pendekatan “Cross Sectional”. Jumlah sampel sebanyak 65 orang. Pengambilan sampel menggunakan teknik claster sampling. Hasil uji statistik Chi Square menujukkan bahwa ada hubungan yang bermakna sumu gali dengan kejadian diare pada balita p = 0,00 < 0,05 dan ada hubungan yang bermakna pengelolaan sampah dengan kejadian diare pada balita p = 0,004 < 0,05. Kesimpulan dalam penelitian ini, ada hubungan sumur gali terhadap kejadian diare pada Balita dan ada hubungan pengelolaan sampah dengan kejadian diare pada Balita di wilayah kerja Puskesmas Sendana I. Disarankan kepada petugas kesehatan untuk meningkatkan frekuensi penyuluhan mengenai faktor lingkungan penyebab kejadian diare.

Keywords

Diare, Sampah, Sumur gali

Article Details

References

  1. Adawiyah, 2013. Penelitian terhadap Anemia pada Ibu Hamil di Puskesmas Kecamatan Setiabudi. Tidak diterbitkan. Jakarta: Universitas Muhammadiyah. Janarta
  2. .
  3. Amiruddin, dkk. 2004. Studi Kasus Kontrol Faktor Biomedis terhadap Kejadian Anemia Ibu Hamil di Puskesmas Bantimurung Maros Tahun 2004. Tidak diterbitkan. Makassar: UNM Makassar.
  4. Arisman, 2009. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC.
  5. Asyirah, 2012. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Kerja PuskesmasBajeng Kecamatan Bajeng Kabupaten Gowa Tahun 2012. Tidak diterbitkan. Jakarta: Universitas Indonesia.
  6. Dinkes Kab. Majene. 2014-2015. Profil dan Laporan Tahunan Dinas Kesehatan
  7. Kabupaten Majene. Majene: Tidak diterbitkan.
  8. Edmundson, 2009. Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Anemia Ibu Hamil
  9. di Kabupaten Lampung Utara.Tidak diterbitkan.Jakarta: FKM UI.
  10. Hunter, dkk. 2011. Makanan Yang Aman Untuk Kehamilan. Jakarta: PT. Arcan.
  11. Lila, dkk. 2009. Efektifitas Pemberian Zat Besi terhadap Peningkatan Kadar
  12. Haemoglobin dan Serum Feritin Ibu Hamil di Puskesmas. Jakarta: Pustaka Medika.
  13. Manuaba & dkk, 2010. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kandungan dan KB. Edisi II. EGC: Jakarta.
  14. Maryunani, 2010. Kegawatdaruratan Maternal dan Neonatal. Jakarta: Trans Info Media.
  15. Mochtar R, 2010. Sinopsis Obstetri Jilid I, Penerbit Buku Kedokteran EGC: Jakarta.
  16. Pantikawati I & dkk, 2012. Asuhan Kebidanan I (Kehamilan), Nuha Medika: Yogyakarta.
  17. Prawirohardjo S, 2012. Ilmu Kebidanan, Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta.
  18. Prevalensi Angka Kejadian Anemia pada Ibu Hamil. (online), http://infid.org/pdfdo/1386827867.pdf, diakses tanggal 10 Juni 2016.
  19. Proverawati A, 2011. Anemia dan Anemia dalam Kehamilan, Nuha Medika: Yogyakarta.
  20. Rudyah, 2010. Anemia dalam Kehamilan dan Penanggulangannya. Jakarta: Gramedia.
  21. Rukiyah, dkk. 2009. Asuhan Kebidanan I (Kehamilan). Jakarta: CV.Trans Info Media.
  22. Saifuddin AB dkk, 2009. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Dan Perinatal, PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo: Jakarta.
  23. Soeprono, 2010. Besar Sampel dalam Penelitian Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: PT. Arkans.
  24. Tarwoto & dkk, 2007. Buku Saku Anemia Pada Ibu Hamil, Trans Info Media: Jakarta.
  25. Tim Penyusun Puskesmas Pamboang. Kab. Majene. 2014-2016. Laporan Bulanan KIA. Majene: Tidak diterbitkan.
  26. Wardhani, 2011. Hubungan antara Kadar Haemoglobin Ibu Hamil dengan Status Gizi Anak Usia 0-6 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Sanskrah Surakarta. Tidak diterbitkan. Surakarta: Universitas Muhammadiyah Surakarta.
  27. Yeyeh Ai, dkk. 2010. Asuhan Kebidanan IV, Trans Info Media: Jakarta.